Jawa Tengah Kembangkan Wisata Halal, Hotel Ramah Muslim Segera Berlabel

- Reporter

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggenjot pertumbuhan wisata ramah muslim (wisata halal) di berbagai daerah. Ini seiring meningkatnya pertumbuhan wisatawan yang menuntut kenyamanan beribadah, kehalalan kuliner, serta lingkungan ramah muslim yang tertata.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mewakili gubernur Jateng Ahmad Lithfi, usai menerima audiensi Gerakan Enterpreneur Ekonomi Muslimah Indonesia (GEEMI), di ruang kerjanya, Selasa, 6 Januari 2026.

“Pemprov sedang memproyeksikan perhotelan untuk pemenuhan wisata ramah muslim ini dengan pemenuhan syarat mendasar. Yakni, sama sekali tidak menyediakan makanan dan minuman non halal, tidak menyediakan minuman alkohol, kelengkapan fasilitas ibadah, bahkan kolam renang terpisah antara laki-laki dan perempuan,”kata Taj Yasin.

Nantinya, juga akan ada label khusus bagi hotel ramah muslim tersebut.

“Label nanti juga ada, misalnya sudah memenuhi kelayakan ramah muslim atau belum,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Luthfi: Ekonomi Kreatif Jangan Hanya Cari Untung, Harus Ciptakan Peluang Kerja

Disampaikan, Pemprov juga terus mengembangkan spot kawasan ramah muslim di sejumlah daerah. Meskipun belum keseluruhan, namun sudah ada beberapa daerah yang berkomitmen untuk mengembangkan spot wisata ramah muslim ini.

“Ada beberapa kawasan yang kita kembangkan sebagai spot wisata ramah muslim, seperti Tawangmangu, yang saat ini sudah bagus, mapan infrastrukturnya, termasuk oleh-oleh, kafe, kuliner ramah muslim sudah tertata dengan baik,” katanya.

Pengembangan spot Tawangmangu itu, diharapkan dapat menjadi pilot untuk daerah yang lain. Di antaranya, Ungaran, Magelang, Wonosobo, dan Kota Semarang.

Pertumbuhan wisata ramah muslim di Jawa Tengah, lanjutnya, juga sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Berbagai survei yang dilakukan, antara lain kuliner, perhotelan, dan wisata. Harapannya, mendongkrak wisatawan yang memang mencari tempat wisata ramah muslim.

Baca Juga :  MBG di Jawa Tengah: Gizi Terpenuhi, Ekonomi Desa Menguat

“Banyak wisatawan mancanegara, khususnya dari Timur Tengah yang memilih spot kawasan wisata ramah muslim. Termasuk juga wisatawan dari pesantren atau pendidikan berbasis Islam akan memilih spot ramah muslim sebagai destinasi,” ujarnya.

Komitmen Pemprov Jateng dalam pengembangan pariwisata ramah muslim di Jateng tidak hanya terfokus pada destinasi. Namun, juga memperkuat ekosistem.

Adapun upaya yang dilakukan di antaranya melalui pengawasan sertifikasi halal di Rumah Potong Ayam (RPA) dan Rumah Potong Hewan (RPH), pengembangan profesi Tukang Jagal Halal (Kang Jalal), dan lainnya.

Hal ini sejalan dengan 11 program prioritas Ahmad Luthfi – Taj Yasin, yakni, melahirkan ekosistem ekonomi syariah melalui penguatan regulasi dan pengembangan wisata ramah muslim.*

Berita Terkait

Dari Borobudur, Jateng Satukan Destinasi Wisata Lima Kabupaten/Kota
Perkuat Ekonomi Daerah, BPD Diminta Permudah Pembiayaan UMKM
Pelantikan Apindo, Gus Yasin Pesan Chemistry Pengusaha dan Serikat Kerja Kunci Utama Hadapi Tekanan Geopolitik
Pernah Ditolak di Pintu Kantor, Moko Garment Kini Tembus Pasar Global
Jateng Perkuat Branding Wisata Ramah Muslim untuk Gaet Wisatawan Mancanegara
Jateng dan Kedungsepur Satukan Langkah Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Jateng Optimistis Pariwisata dan Ekonomi Syariah Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Penurunan TKD Tak Goyahkan Pembangunan Jateng, Ini Strategi Luthfi

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:28 WIB

Dari Borobudur, Jateng Satukan Destinasi Wisata Lima Kabupaten/Kota

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:53 WIB

Perkuat Ekonomi Daerah, BPD Diminta Permudah Pembiayaan UMKM

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:38 WIB

Pelantikan Apindo, Gus Yasin Pesan Chemistry Pengusaha dan Serikat Kerja Kunci Utama Hadapi Tekanan Geopolitik

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:45 WIB

Pernah Ditolak di Pintu Kantor, Moko Garment Kini Tembus Pasar Global

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:23 WIB

Jateng Perkuat Branding Wisata Ramah Muslim untuk Gaet Wisatawan Mancanegara

Berita Terbaru