Gus Yasin Serahkan Bisyarah Penghafal Quran dan Tekankan Pentingnya Pemahaman Al-Qur’an

- Reporter

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi. Tetapi juga harus diperkuat dengan pembangunan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan.

Hal itu dia sampaikan saat menghadiri Tasyakuran Khotmil Qur’an ke-31 Pondok Pesantren Ibrohimiyyah, Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat, 1 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi, juga menyerahkan bisyarah atau tali asih kepada 13 hafizah sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada para santri penghafal Al-Qur’an.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap para hafiz dan hafizah merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat fondasi spiritual masyarakat Jawa Tengah di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Saya sowan ke sini pertama niatnya mencari keberkahan dari khataman ini dan menyampaikan bisyarah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai bentuk apresiasi kepada putra-putri yang telah menghafalkan Al-Qur’an,” ujar Gus Yasin, panggilan akrabnya.

Ia mengatakan, Pemprov Jateng secara konsisten memberikan penghargaan kepada para penghafal Al-Qur’an yang diwisuda di berbagai daerah. Langkah itu merupakan bentuk pengakuan atas peran strategis para hafiz dalam menjaga nilai-nilai moral dan spiritual bangsa.

Baca Juga :  Gen Z Jadi Fokus Penguatan Politik, Pemprov Jateng Jalin Kerja Sama dengan Undip

Sebagai Wakil Gubernur yang selama ini dikenal aktif mendorong penguatan pendidikan keagamaan dan pesantren di Jawa Tengah, Gus Yasin menilai para penghafal Al-Qur’an memiliki posisi penting dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat.

“Al-Qur’an itu membawa ketenangan, membawa kemakmuran hati. Orang yang hafal Al-Qur’an adalah orang-orang pilihan yang diberi amanah oleh Allah untuk menjaga kemurnian kitab suci,” katanya.

Dalam tausiyahnya, Gus Yasin mengisahkan sejumlah peristiwa pada masa Rasulullah SAW yang menunjukkan besarnya pengaruh Al-Qur’an dalam melunakkan hati manusia.

Ia mencontohkan bagaimana lantunan ayat suci mampu mengetuk hati orang-orang yang semula memusuhi Islam hingga akhirnya mendapat hidayah.

Menurut dia, sejarah tersebut menjadi bukti bahwa Al-Qur’an bukan hanya bacaan, melainkan sumber transformasi peradaban.

“Keindahan Al-Qur’an mampu mengubah hati yang keras menjadi lembut. Karena itu, jangan sampai kita jauh dari Al-Qur’an. Jika umat Islam dekat dengan Al-Qur’an, insyaallah hatinya akan lembut, pikirannya jernih, dan kehidupannya terarah,” ujarnya.

Namun demikian, Gus Yasin mengingatkan bahwa menghafal Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada aspek hafalan semata. Para santri, katanya, harus melanjutkan proses pendalaman makna melalui tafsir, asbabun nuzul, serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  PLN UIK Tanjung Jati B Terima Kunjungan Dewan Energi Nasional, Kolaborasi Keandalan Pasokan Energi Jelang Nataru 2024

Ia menegaskan, tantangan terbesar para penghafal Al-Qur’an bukan pada menghafalnya, melainkan menjaga hafalan sekaligus mengimplementasikan ajarannya.

“Jangan hanya dihafal, tapi harus dipahami. Jangan hanya tahu panjang pendek bacaannya, tapi juga mengerti maknanya. Setelah wisuda, ini bukan akhir, justru awal untuk lebih mendalami Al-Qur’an,” tegasnya.

Pesan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam membangun sumber daya manusia unggul yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berkarakter.

Menurut Gus Yasin, pondok pesantren memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi yang mampu menjawab tantangan modernitas tanpa kehilangan akar nilai keislaman.

“Kalau semakin banyak generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an dan memahami kandungannya, maka Jawa Tengah akan memiliki fondasi moral yang kokoh untuk menyongsong masa depan,” katanya.

Kehadiran Wakil Gubernur dalam agenda tersebut disambut antusias para santri dan wali santri. Salah satu penerima bisyarah, Nurul Mahfirah, mengaku bangga bisa menerima apresiasi langsung dari Wakil Gubernur Jawa Tengah.

“Bangga, senang banget bisa ketemu Pak Wakil Gubernur. Speechless banget beliau bisa hadir di sini. Alhamdulillah, semoga ini bisa bermanfaat dan membawa keberkahan terus,” ujarnya.***

Berita Terkait

Temui Massa May Day, Gubernur Luthfi Siapkan Solusi untuk Buruh Jateng
Wagub Jateng Taj Yasin Ingatkan Pejabat Tak Bangga Jabatan
Ahmad Luthfi Dorong Raperda Pelayanan Publik demi Layanan Lebih Baik
Gubernur Jateng Ajak Semua Elemen Satu Irama Bangun Daerah
Gubernur Luthfi Dorong May Day Jadi Ajang Kebersamaan Buruh dan Pemerintah
Posyandu Jateng Bertransformasi, Nawal Yasin Siapkan Program Enam Bidang SPM
Sertifikasi Halal Jateng Dipuji, Pusat Minta Daerah Lain Meniru
Sosialisasi di Temanggung, Nafa Urbach Sebut Badan Gizi Nasional Perkuat Penanganan Gizi Secara Terpadu

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:26 WIB

Gus Yasin Serahkan Bisyarah Penghafal Quran dan Tekankan Pentingnya Pemahaman Al-Qur’an

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:56 WIB

Temui Massa May Day, Gubernur Luthfi Siapkan Solusi untuk Buruh Jateng

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:47 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Raperda Pelayanan Publik demi Layanan Lebih Baik

Kamis, 30 April 2026 - 16:54 WIB

Gubernur Jateng Ajak Semua Elemen Satu Irama Bangun Daerah

Kamis, 30 April 2026 - 16:46 WIB

Gubernur Luthfi Dorong May Day Jadi Ajang Kebersamaan Buruh dan Pemerintah

Berita Terbaru