Waisak di Vihara Mahavira Graha Semarang Angkat Pesan Kebijaksanaan dan Cinta Kasih

- Reporter

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Vihara Mahavira Graha Semarang menggelar rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE)/2026 dengan khidmat. Perayaan yang diikuti ratusan umat tersebut diisi dengan berbagai ritual keagamaan yang sarat makna, mulai dari prosesi penurunan rupang Sakyamuni Buddha hingga pemandian rupang Pangeran Siddharta.

Samanera Vihara Mahavira Graha Semarang, Suhu Chuan Chi mengatakan, rangkaian perayaan Waisak tahun ini diawali dengan prosesi penurunan rupang Sakyamuni Buddha sebagai bagian dari tradisi yang telah dilaksanakan secara turun-temurun.

“Setelah penurunan rupang Sakyamuni Buddha, kami juga melaksanakan upacara pertobatan. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemancangan rupang Buddha,” ujar Suhu Cuance saat ditemui di Vihara Mahavira Graha Semarang, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, salah satu prosesi yang memiliki makna mendalam adalah pemandian rupang Pangeran Siddharta. Ritual tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan menjadi pengingat bagi umat untuk senantiasa membersihkan diri dari berbagai sifat buruk dan belenggu kehidupan.

“Makna memandikan rupang Pangeran Siddharta adalah membersihkan diri. Sebagaimana air yang membersihkan kotoran, kita juga diajak membersihkan diri dari berbagai sumber penderitaan dalam kehidupan,” katanya.

Baca Juga :  Pemkot Semarang Gerak Cepat Atasi Genangan

Ia menjelaskan, ketika seseorang mampu membersihkan diri dari berbagai sifat negatif, maka jalan menuju kebahagiaan akan semakin terbuka.

“Dengan membersihkan diri dari hal-hal yang menyebabkan penderitaan, kita dapat mencapai kehidupan yang lebih damai dan bahagia,” tambahnya.

Pada perayaan Waisak tahun ini, Vihara Mahavira Graha mengangkat tema ‘Cahaya Kesempurnaan dari Kebijaksanaan dan Cinta Kasih’. Tema tersebut menjadi ajakan bagi umat Buddha untuk terus mengembangkan kebijaksanaan sekaligus menumbuhkan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.

Suhu Chuan Chi berharap tema tersebut tidak hanya menjadi slogan perayaan, tetapi juga dapat diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata.

“Kebijaksanaan ibarat cahaya yang menerangi jalan kehidupan. Dengan kebijaksanaan, kita dapat mengetahui mana jalan yang benar dan mana yang membawa kita menuju kebahagiaan. Sementara cinta kasih menjadi dasar untuk hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Menurutnya, nilai toleransi dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.

Baca Juga :  Ribuan Kasus Suspek Campak, Jateng Percepat Cakupan Vaksinasi Anak

“Kita harus menghargai sesama. Kerukunan dapat terjaga apabila setiap orang mampu saling menghormati dan memahami satu sama lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Suhu Chuan Chi juga mengingatkan umat untuk mewaspadai berbagai sifat yang menjadi akar penderitaan manusia. Ia menyebut keserakahan dan kesombongan sebagai dua sumber utama yang kerap menimbulkan masalah dalam kehidupan.

“Keserakahan dan kesombongan merupakan sumber penderitaan. Karena itu, kita perlu terus belajar mengendalikan diri, mengembangkan kebijaksanaan, dan menumbuhkan cinta kasih agar kehidupan menjadi lebih damai,” pungkasnya.

Perayaan Waisak di Vihara Mahavira Graha Semarang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Umat yang hadir mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan harapan dapat memaknai Waisak sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat kebajikan, serta menebarkan cinta kasih kepada seluruh makhluk.***

 

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru