Taj Yasin Minta SPPG Utamakan Telur Peternak Lokal untuk Program MBG

- Reporter

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya agar membeli telur dari peternak lokal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Tata Kelola Penyelenggaraan dan Rantai Pasok Bahan Baku MBG di Jawa Tengah di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurutnya, keberadaan ribuan dapur MBG seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi peternak, petani, nelayan, koperasi, hingga pelaku UMKM lokal.

“Hari ini kita ingin memastikan bahwa para peternak dan para petani benar-benar merasakan keberadaan program MBG. Adanya SPPG ini harus bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang ada di masyarakat,” kata Taj Yasin yang merangkap sebagai Ketua Satgas Percepatan Progran MBG Jateng itu.

Data Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan, rata-rata kebutuhan telur untuk seluruh SPPG di Jawa Tengah mencapai 720.902 kilogram per minggu. Namun angka itu masih jauh dibandingkan potensi produksi telur Jawa Tengah yang mencapai sekitar 7,3 juta ton per tahun. Bahkan, penyerapan dari SPPG di Jateng belum sebanyak itu.

Baca Juga :  Jawa Tengah Masuk 3 Besar Nasional, Ekraf Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Walakin, komoditas daging ayam menunjukkan serapan yang lebih tinggi. Kebutuhan daging ayam mencapai 1.452.587 kilogram per minggu atau sekitar 75,5 ribu ton per tahun. Angka tersebut setara sekitar 1,3 persen dari total potensi produksi ayam Jawa Tengah.

Guna mendongkrak penyerapan produksi telur di wilayahnya, Pemprov Jawa Tengah akan menyiapkan kesepakatan bersama dengan asosiasi peternak, koperasi, serta pemangku kepentingan lainnya agar kebutuhan bahan baku SPPG diprioritaskan dari daerah sendiri.

“Kita akan membuat kesepakatan bahwa SPPG harus menyerap kebutuhan bahan pokok dari Jawa Tengah, khususnya telur, ayam, dan ikan. Harus membeli di sini,” tegasnya.

Ia mencontohkan, apabila terdapat SPPG di Kabupaten Banjarnegara, maka kebutuhan telur, sayur, maupun bahan pangan lainnya idealnya dipenuhi terlebih dahulu oleh pemasok dari wilayah tersebut.

Selain memperkuat ekonomi lokal, langkah itu juga diharapkan dapat menekan biaya distribusi dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani maupun peternak.

Baca Juga :  Bersama PNM Mekaar, Ibu Irma Bangun Semangat Mandiri dan Produktif bagi Penyandang Disabilitas

Taj Yasin mengakui saat ini masih terdapat laporan bahwa sebagian peternak menjual telur dengan harga Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.000 per kilogram.

“Kita ingin memastikan ekonomi masyarakat tumbuh. Jangan sampai bahan baku diambil dari masyarakat tetapi harganya justru di bawah harga acuan pemerintah,” ujarnya.

Koordinator Regional BGN Jawa Tengah, Reza Mahendra, menambahkan bahwa kesepakatan tersebut nantinya menjadi bentuk komitmen bersama agar bahan baku lokal terserap lebih optimal.

Menurutnya, pengawasan akan diperkuat melalui Satgas MBG kabupaten/kota dan BGN untuk memastikan rantai pasok berjalan sesuai tujuan program.

Saat ini Program MBG di Jawa Tengah telah melibatkan 7.312 UMKM, 2.407 koperasi, 91 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, 161 BUMDes, 18 BUMDes Bersama, serta 7.967 supplier (pemasok) lainnya sebagai bagian dari ekosistem penyedia bahan pangan.***

Berita Terkait

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM
Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju
Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun
Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas
Petani Tak Lagi Waswas Harga Panen Anjlok, Program Petani Gajian Jadi Harapan
Jateng Kantongi Investasi Rp 72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Bidik Ekspansi Perusahaan Vietnam
Harga Sembako Lebih Murah, Warga Minta GPM Jateng Lebih Sering Digelar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas

Berita Terbaru