Tekan Bullying dan Kekerasan, Nawal Yasin Perkuat Ketahanan Mental Santri

- Reporter

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOSOBO – Penguatan edukasi kesehatan mental bagi santri penting dilakukan, sebagai upaya mencegah kasus bullying, kekerasan, dan berbagai persoalan psikologis di lingkungan pesantren.

Hal itu ditekankan Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, saat menjadi narasumber kegiatan Pesantren Ramah Perempuan dan Anak (Penak), bertema “Membangun Kesadaran Kesehatan Mental dan Santri Konselor Sebaya di Pesantren”, di Pondok Pesantren Al Mubarok, Kabupaten Wonosobo, Senin (15/6/2026).

Menurut Nawal, kesehatan mental menjadi isu yang harus mendapat perhatian serius, khususnya di kalangan remaja dan santri. Penguatan ketahanan emosional dinilai penting untuk membentuk generasi yang tangguh, di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

“Kesehatan mental ini menjadi salah satu isu yang terus kita berikan penguatan,” katanya.

Hadir menjalankan tugas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Nawal menjelaskan, edukasi kesehatan mental tidak hanya dilakukan di lingkungan pesantren, tetapi juga akan diperluas ke sekolah-sekolah melalui berbagai kegiatan pembinaan peserta didik.

Baca Juga :  Guru PAUD Jateng Dibekali Coding dan Robotik, Dorong Literasi Digital Sejak Dini

“Bukan hanya di pesantren, tapi juga nanti di beberapa sekolah, kami akan mengadakan edukasi kesehatan mental ketika masa orientasi siswa,” ujar penulis buku Pesantren Anti Bullying dan Kekerasan Seksual tersebut.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Kemudahan yang ditawarkan teknologi, seringkali membuat daya tahan mental dan kemampuan menghadapi tekanan perlu diperkuat, melalui pendampingan yang tepat.

“Jadi harapannya dalam situasi di mana Gen Z yang apa-apa serba instan, untuk resiliensi emosinya ini perlu ada penguatan-penguatan dan pembinaan,” jelas istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Dalam kesempatan itu, Nawal juga menyoroti masih terjadinya kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan pesantren. Berdasarkan data Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, tercatat terdapat 30 kasus kekerasan di pesantren selama periode 2019 hingga 2025.

Data tersebut menjadi pengingat, upaya pencegahan bullying dan kekerasan harus terus diperkuat melalui edukasi, pengawasan, serta sistem perlindungan yang memadai di lingkungan pesantren.

Karena itu, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, pihaknya mendorong pembentukan satuan tugas (Satgas) anti-bullying dan antikekerasan di seluruh pesantren di Jawa Tengah, yang jumlahnya mencapai 5.451 lembaga.

Baca Juga :  Tukar Botol Plastik Jadi Pulsa, Indosat Hadirkan JagaRaya PilahBox di POLINES

Menurut Nawal, keberadaan satgas diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah. Apalagi, jumlah santri di Jawa Tengah mencapai 535.940 orang, sehingga membutuhkan perhatian dan perlindungan yang optimal.

Melalui langkah tersebut, Ketua TP PKK Jateng itu berharap, semakin banyak pesantren yang menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang santri, sekaligus mampu mendukung kesehatan mental, pembentukan karakter, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Seorang santri peserta kegiatan, Dinara Kholidya Safina, mengaku memperoleh banyak wawasan baru terkait kesehatan mental dan pencegahan kekerasan di pesantren. Menurutnya, maraknya kasus bullying yang belakangan terjadi, membuat isu kesehatan mental menjadi penting untuk dipahami oleh para santri.

“Dari seminar ini, saya bisa mengetahui lebih luas, mana bullying atau tidak, mengetahui mana-mana saja batasan bullying, dan menambah wawasan luas juga tentang pesantren ramah perempuan dan anak,” ungkapnya.***

Berita Terkait

Ahmad Luthfi Cek Posko SPMB dan Sekolah: Seleksi Lancar, Pelayanan Raih Bintang Lima
Taj Yasin: Akhlak dan Keimanan Jadi Benteng Anak Hadapi Tantangan Zaman
Heri Pudyatmoko Usul Kurikulum Sekolah Lebih Menekankan Praktik Lapangan dan Problem Solving
Taj Yasin Serahkan Bisyarah Hafiz Qur’an, Hadirkan Kebahagiaan Santri di Kudus
Tanamkan Ekonomi Kerakyatan Sejak Dini, Waka DPRD Jateng Dukung Penerapan Kurikulum Koperasi
Nawal Yasin: Literasi Kunci Cetak Generasi Tangguh di Era Digital
Hadapi Disrupsi Teknologi, Nawal Yasin Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak
SPMB Jateng 2026 Harus Transparan, Gus Yasin Tolak Segala Titipan

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:35 WIB

Tekan Bullying dan Kekerasan, Nawal Yasin Perkuat Ketahanan Mental Santri

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:47 WIB

Ahmad Luthfi Cek Posko SPMB dan Sekolah: Seleksi Lancar, Pelayanan Raih Bintang Lima

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:00 WIB

Taj Yasin: Akhlak dan Keimanan Jadi Benteng Anak Hadapi Tantangan Zaman

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:01 WIB

Heri Pudyatmoko Usul Kurikulum Sekolah Lebih Menekankan Praktik Lapangan dan Problem Solving

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:42 WIB

Taj Yasin Serahkan Bisyarah Hafiz Qur’an, Hadirkan Kebahagiaan Santri di Kudus

Berita Terbaru