Cerita Perantau 25 Tahun di Jakarta, Hadiahi Gubernur Sebungkus Bakso Saat Mudik Gratis

- Reporter

Senin, 16 Maret 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Di tengah hiruk pikuk program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (16/3/2026), sebuah momen sederhana justru mencuri perhatian.

Seorang pemudik tiba-tiba menyodorkan sebungkus bakso kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Bukan sekadar makanan, bingkisan itu adalah simbol rasa terima kasih dari seorang perantau yang puluhan tahun berjuang hidup di Ibu Kota.

Suasana di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII, siang itu dipenuhi ratusan pemudik yang bersiap pulang ke kampung halaman. Gubernur Ahmad Luthfi tampak menyusuri deretan bus, menyapa satu per satu peserta mudik gratis.

Ketika sampai di bus nomor 21 tujuan Kabupaten Karanganyar, ia berhenti di kursi seorang pemudik bernama Lulik Setiyawan. Percakapan santai pun terjadi.

“Kamu pekerjaannya apa? Sudah ikut mudik gratis berapa kali?” tanya Ahmad Luthfi.

Lulik menjawab dengan senyum. Ia mengaku sebagai pedagang bakso keliling di kawasan Jakarta Selatan. Program mudik gratis itu bukan hal baru baginya. Sejak 2016, ia hampir selalu ikut program tersebut untuk pulang ke kampung halaman di Karanganyar.

Namun di tengah percakapan itu, tiba-tiba Lulik menyodorkan sebuah kantong plastik berisi bakso kepada sang gubernur.

“Pak, ngapunten. Niki kula damelke khusus kagem Pak Gubernur (Pak mohon maaf. Ini saya buatkan khusus buat Pak Gubernur),” ucapnya dalam bahasa Jawa halus, sambil tersenyum.

Ahmad Luthfi pun tertawa hangat menerima bingkisan sederhana tersebut. Ia kemudian membalas dengan memberikan paket makanan ringan sebagai bekal perjalanan bagi Lulik.

Baca Juga :  Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan

“Top, dikasih bakso aku. Besok baliknya ikut program Balik Rantau Gratis juga? Bisa ngirit dong. Yang penting senang dan sehat,” kata Ahmad Luthfi.

Di balik sebungkus bakso itu, tersimpan kisah panjang perjuangan seorang perantau. Lulik sudah hampir 25 tahun hidup di Jakarta. Setelah lulus sekolah, ia mengikuti orang tuanya yang lebih dulu merantau ke ibu kota. Awalnya ia bekerja serabutan sambil membantu orang tua berjualan bakso.

Setelah menikah pada 2012, Lulik memutuskan membuka usaha sendiri sebagai pedagang bakso keliling. Sementara sang istri ikut menopang ekonomi keluarga dengan berjualan jamu keliling.

“Hampir 25 tahun jualan. Dulu ikut orang tua, terus sempat kerja serabutan, akhirnya setelah menikah baru jualan bakso sendiri,” ujarnya.

Penghasilan kotor dari berjualan bakso keliling rata-rata sekitar Rp 5 juta per bulan. Namun angka itu masih harus dipotong berbagai kebutuhan hidup di Jakarta.

Ia menyewa rumah kontrakan kecil bersama istri dan anak-anaknya dengan biaya Rp 800 ribu per bulan. Jika ditambah kebutuhan makan, listrik, dan air, total pengeluaran rumah tangga bisa mencapai sekitar Rp 1 juta per bulan. Belum lagi biaya sekolah anak yang harus terus dipenuhi.

Ketika musim Lebaran tiba, beban pengeluaran biasanya semakin berat. Harga tiket bus menuju Karanganyar bisa mencapai Rp 600 ribu per orang.

“Kalau mudik bayar sendiri ya berat. Makanya program mudik gratis ini sangat membantu sekali,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi Jadikan Kantor Gubernur sebagai Rumah Rakyat

Kisah serupa juga dialami Bejo Fauzan, pedagang bakso asal Jatiyoso, Karanganyar, yang kini berjualan di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Bejo sudah merantau sejak 1994. Perjalanan usahanya dimulai dari yang paling sederhana.

Awalnya ia berjualan bakso menggunakan pikulan. Lalu beralih menggunakan sepeda ontel, kemudian memakai gerobak dorong keliling. Setelah bertahun-tahun berjuang, ia akhirnya bisa membuka warung kaki lima. Kini Bejo bahkan mampu menyewa sebuah bangunan kecil untuk berjualan.

“Di sini baru empat tahun. Dulu warung tempel di depan situ, kemudian dapat kontrak bangunan ini. Sewanya Rp 3,5 juta per bulan,” katanya. Pendapatan kotor dari usahanya berkisar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per bulan.

Meski sudah puluhan tahun merantau, baru tahun ini Bejo mengetahui adanya program mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Informasi itu ia dapat dari Lulik.

“Baru tahu tahun ini dari Mas Lulik, lalu saya minta tolong didaftarkan sekeluarga,” katanya. Biasanya setiap Lebaran ia harus membeli tiket bus seharga Rp 600 ribu per orang untuk pulang kampung.

“Alhamdulillah ada mudik gratis. Lumayan uangnya bisa buat beli susu anak dan bekal lebaran di kampung,” ujarnya.

Di tengah kerasnya kehidupan perantauan, sebungkus bakso yang diberikan Lulik kepada gubernur mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya tersimpan cerita panjang tentang kerja keras, ketekunan, dan harapan para perantau untuk tetap bisa pulang ke kampung halaman tanpa beban biaya yang berat.*

Berita Terkait

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng
Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan
Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah
Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif
Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen
Gubernur Luthfi Ajak DPRD dan Pemda Satu Langkah Percepat Pembangunan
Banjir Meluas di Solo Raya, BPBD Jateng Intensifkan Evakuasi dan Logistik
Ahmad Luthfi Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Lewat Program Healing

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:24 WIB

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng

Sabtu, 18 April 2026 - 06:47 WIB

Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan

Sabtu, 18 April 2026 - 06:39 WIB

Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah

Kamis, 16 April 2026 - 16:35 WIB

Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif

Kamis, 16 April 2026 - 16:28 WIB

Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen

Berita Terbaru