Jateng Alami Inflasi 0,26% pada November 2024, Ini Penyebab Utamanya

- Reporter

Kamis, 5 Desember 2024 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Bank Indonesia mencatat inflasi Jawa Tengah mengalami kenaikan pada November 2024. Inflasi bulan ini tercatat sebesar 0,26% (mtm), meningkat dibandingkan inflasi periode lalu (0,19%; mtm).

“Meski demikian, realisasi inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan nasional yang mengalami inflasi sebesar 0,30% (mtm),” kata Plh. Kepala Perwakilan BI Jateng, Ndari Surjaningsih.

Ia mengatakan, secara tahunan inflasi Jawa Tengah tercatat sebesar 1,33% (yoy), juga lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 1,55% (yoy).

Adapun peningkatan tekanan inflasi terutama dipengaruhi oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.

Dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, kenaikan inflasi didorong oleh kenaikan harga pangan utama, antara lain bawang merah, minyak goreng, tomat, dan daging ayam ras.

“Kenaikan harga bawang merah berlangsung seiring dengan periode panen yang telah berakhir, sehingga sebagian besar wilayah sentra sedang memasuki masa tanam kembali (di antaranya Demak, Brebes, dan Nganjuk). Panen bawang merah diperkirakan akan berlangsung kembali pada pertengahan Desember ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Sidak Pasar Baru Kudus, Mendag dan Gubernur Jateng Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran

Dia mengatakan, untuk komoditas minyak goreng, kenaikan harga berlangsung seiring dengan pemberlakuan Permendag No 18/2024 yang berlaku per 14 Agustus 2024 lalu. Dalam ketentuan tersebut, Kementerian Perdagangan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng dari Rp14.000 jadi Rp15.700 per liter.

Kenaikan harga lebih lanjut juga dipengaruhi oleh kenaikan harga kelapa sawit yang disebabkan oleh penurunan produksi TBS.

Di tahun ini, sekitar sepertiga dari wilayah utama penghasil sawit di Indonesia (seperti Sumatera dan sebagian Kalimantan) mengalami curah hujan yang lebih rendah dari rata-rata. Hal tersebut menyebabkan penurunan produksi hingga 5% dibandingkan tahun 2023.

Sementara itu, harga tomat naik karena panen yang mulai berkurang dan harga daging ayam ras naik sejalan dengan harga Day Old Chicks (DOC) broiler yang naik.

Dari Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, kenaikan inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan. Kenaikan harga emas perhiasan berlangsung seiring dengan kenaikan harga emas dunia.

Baca Juga :  90% Target PBB-P2 Tahun 2024 Kabupaten Sukoharjo Tercapai

“Adapun kenaikan harga emas dunia dipengaruhi oleh peningkatan preferensi investor terhadap aset safe haven seiring dengan peningkatan tensi geopolitik Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina. Kenaikan harga emas dunia juga dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap prospek laju penurunan suku bunga The Fed yang diperkirakan bergerak lebih lambat,” ungkapnya.

Di sisi lain, kenaikan inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi pada Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan. Deflasi tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan harga telepon seluler.

Untuk menjaga stabilitas harga di Jawa Tengah, Bank Indonesia (BI) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah terus melakukan sinergi dan mengintensifkan berbagai program pengendalian inflasi.

“Melalui kerangka 4K (Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, Ketersediaan Pasokan, dan Komunikasi Efektif), diharapkan mampu mengelola inflasi agar tetap berada dalam rentang sasaran sebesar 2,5%±1%,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM
Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju
Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun
Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas
Petani Tak Lagi Waswas Harga Panen Anjlok, Program Petani Gajian Jadi Harapan
Jateng Kantongi Investasi Rp 72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Bidik Ekspansi Perusahaan Vietnam
Harga Sembako Lebih Murah, Warga Minta GPM Jateng Lebih Sering Digelar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas

Berita Terbaru