Jateng Jadi Rumah Bersama Investasi, Modal Tiongkok Capai Rp4,55 Triliun

- Reporter

Minggu, 20 September 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Jawa Tengah sedang membangun satu rumah besar yang tak hanya dihuni bersama, tetapi juga menjadi tempat modal bertumbuh dan lapangan kerja tercipta. Dengan kata lain, Jawa Tengah menjadi rumah bersama bagi seluruh etnis dan latar belakang, sekaligus ruang kolaborasi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, keterbukaan dan kolaborasi antarkelompok menjadi modal penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Menurut dia, seluruh elemen masyarakat memiliki ruang yang sama untuk tumbuh dan berkontribusi bagi daerah.

“Jawa Tengah adalah rumah kita. Sebagai rumah bersama, festival ini mengajarkan tentang harapan bahwa Jawa Tengah bertumbuh kembang menjadi sentralnya Jawa, sentralnya Indonesia,” kata Ahmad Luthfi saat menghadiri Gala Dinner Festival Pertengahan Musim Gugur di Hotel PO, Kota Semarang, Sabtu (19/9/2026).

Gubernur menyampaikan, pada semester I-2026, investasi pengusaha asal Tiongkok mencapai sekitar Rp 4,55 triliun. Adapun total investasi Jawa Tengah menembus Rp 59,94 triliun.

Realisasi tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 25,92 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 22,62 triliun, dan usaha mikro dan kecil (UMK) Rp 11,40 triliun.

Baca Juga :  Program MBG di Rembang Diperluas, Buka Lapangan Kerja dan Cari Pemasok Bahan Pangan

Investasi tersebut tidak hanya tercermin dalam nilai modal yang masuk, tetapi juga berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga semester I-2026, sebanyak 213.217 tenaga kerja terserap dari 55.989 proyek investasi.

Luthfi menilai, angka tersebut menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki daya tarik ekonomi sekaligus ruang kolaborasi yang semakin luas bagi pelaku usaha.

“Ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki daya tarik bagi investor, dan peluang kerja sama ekonominya juga semakin besar,” ujarnya.

Dikatakan, Festival Pertengahan Musim Gugur yang digelar Masyarakat Chinese Jawa Tengah Indonesia bukan sekadar perayaan budaya. Festival tersebut, menurut dia, juga merefleksikan nilai kekerabatan, kekeluargaan, persatuan, dan keakraban yang dapat menjadi modal sosial dalam membangun daerah.

Para pengusaha dari berbagai latar belakang, lanjutnya, dapat bertemu, membangun jejaring, sekaligus menyatukan langkah untuk mengembangkan usaha di Jawa Tengah.

“Ibaratnya seperti sinar rembulan yang menyinari empat benua menjadi satu, sehingga bisnis teman-teman bisa menjadi sukses. Bisa mewarnai masyarakat Jawa Tengah dan seluruh asosiasi yang ada, sehingga Jawa Tengah menjadi maju berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Baca Juga :  Pernah Ditolak di Pintu Kantor, Moko Garment Kini Tembus Pasar Global

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Semakin kuat jejaring antarpelaku usaha, semakin besar pula peluang investasi berkembang dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Dalam konteks itu, Luthfi menyebut Jawa Tengah bukan sekadar tempat untuk menanamkan modal, melainkan rumah bersama tempat berbagai kelompok dapat tumbuh dan membangun masa depan secara beriringan.

“Di rumah bersama bernama Jawa Tengah ini, para pengusaha berkolaborasi sehingga mendukung tumbuh kembang investasi,” ujarnya.

Dengan realisasi investasi yang telah mencapai hampir Rp 60 triliun pada semester pertama 2026, pemerintah provinsi terus mendorong agar arus investasi memberikan manfaat yang semakin luas.

Ukurannya bukan hanya nilai modal yang masuk, tetapi juga seberapa besar investasi mampu menggerakkan ekonomi daerah dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Jawa Tengah.*

Berita Terkait

Pemanfaatan Gas Bumi Diperluas, Jargas Gresik-Sidoarjo Terus Dikembangkan
GIIAS Semarang 2026, Pemprov Jateng Dorong Akselerasi Penjualan Kendaraan
Delapan Hari Digelar, Pameran MTQ Nasional di Jateng Hasilkan Transaksi Rp2,4 Miliar
Borobudur Indonesia Expo 2026 Targetkan 40 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp2 Miliar
Rencana PLTP Gunung Ungaran Tuai Sorotan, Pemerintah Janji Perhatikan Lingkungan
Luthfi Kejar KBT Tawang-Weleri Hadapi Lonjakan Industri dan Logistik Semarang-Batang
Luthfi Dorong PRPP Bangkit, dari Wajah Kawasan hingga Anjungan Daerah
Investor Dubai: Proses Investasi di Jateng Cepat Berkat Ahmad Luthfi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:08 WIB

Pemanfaatan Gas Bumi Diperluas, Jargas Gresik-Sidoarjo Terus Dikembangkan

Senin, 21 September 2026 - 16:23 WIB

GIIAS Semarang 2026, Pemprov Jateng Dorong Akselerasi Penjualan Kendaraan

Minggu, 20 September 2026 - 08:32 WIB

Jateng Jadi Rumah Bersama Investasi, Modal Tiongkok Capai Rp4,55 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 - 18:52 WIB

Delapan Hari Digelar, Pameran MTQ Nasional di Jateng Hasilkan Transaksi Rp2,4 Miliar

Jumat, 18 September 2026 - 08:07 WIB

Borobudur Indonesia Expo 2026 Targetkan 40 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp2 Miliar

Berita Terbaru