Rencana PLTP Gunung Ungaran Tuai Sorotan, Pemerintah Janji Perhatikan Lingkungan

- Reporter

Jumat, 18 September 2026 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah merespon suara dan asiprasi sejumlah warga yang menyoroti rencana pembangunan proyek Pembangkit Listrk Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Priatin Hadi Wijaya menyebut proyek PLTP Gunung Ungaran tidak dilakukan dengan sembarangan sehingga sampai saat ini belum ditentukan lokasi titik pengeborannya.

“Saat ini masih dalam proses studi. Nantinya PLN yang diminta menyampaikan laporan secara berkala, termasuk pembaruan data bawah permukaan melalui kajian geofisika, geokimia, dan geologi. Proses penentuan lokasi pengeboran dan fasilitas produksi akan melalui kajian serta koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah. Ia juga menepis kekhawatiran bahwa pengembangan panas bumi secara otomatis akan merusak situs budaya seperti Candi Gedong Songo di kawasan Ungaran”, ungkap Priatin dalam acara Diskusi dan Dialog yang digelar di Kampus FISIP Universitas Diponegoro Tembalang, Semarang, pada Kamis (17/9).

Priatin menambahkan PLTP Dieng menjadi bukti riil bila seluruh infratruktur yang dibangun sangat jauh dari cagar budaya yakni kawasan Candi Arjuna dan lainnya. Termasuk nantinya yang di Ungaran juga akan jauh dari kawasan Candi Gedongsongo.

Baca Juga :  Stabilkan Harga Kepokmas, Banyumas Gelar Gerakan Pangan Murah

“Penentuan titik pengeboran tidak dilakukan secara sembarangan dan akan memperhatikan berbagai aspek, termasuk keberadaan situs maupun kondisi lingkungan di sekitar lokasi. Pengembangan panas bumi di Dieng yang tetap berjalan berdampingan dengan sejumlah situs budaya, termasuk kawasan Candi Arjuna. Begitu pula nantinya di Gunung Ungaran, jauh dari Candi Gedongsongo”, tambah Priatin.

Hal senada juga disampaikan Executive Vice Precident Management Geothermal PT PLN, John Yudi Steve Rembet yang menyampaikan, rencananya lokasi PLTP tersebut akan berada di jarak lebih dua kilometer dari Candi Gedong Songo.

“Jauh (dari Candi Gedong Songo), tadi kalau bahasa tadi sekitar dua kilometer, perimeternya itu dua kilometer itu, tapi bisa lebih jauh lagi, itu kan perimeternya ya, jadi bisa tidak persis di dua kilometer itu. Bangunan dan kegiatan wisata Candi Gedongsongo masih bisa berjalan dan utuh, dan kami berkomitmen berusaha menghindari itu,” jelas John di acara yang sama.

Baca Juga :  BI Jateng Fasilitasi Ekspor Kopi UMKM Binaan Senilai Rp1,6 Miliar

Di sisi lain, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah Fahmi Bastian meminta pemerintah mempertimbangkan kembali berbagai aspek sebelum pengembangan panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan.
Ia menilai kebutuhan energi perlu dibandingkan dengan pilihan sumber energi lain, termasuk dari sisi investasi dan risiko lingkungan.

“Kalau dalam konteks urgensi energi, sebenarnya tidak terlalu membutuhkan. Kalau bicara cadangan, cadangan kita itu di atas 30 persen. Kalau hanya 55 MW dengan investasi Rp5,7 triliun, ini perlu dikaji lagi,” katanya.

Fahmi membandingkan rencana tersebut dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang menurut dia dapat menghasilkan kapasitas lebih besar dengan kebutuhan investasi yang berbeda.

Selain persoalan investasi, WALHI menyoroti potensi dampak lingkungan, termasuk penggunaan air dan perubahan tutupan lahan selama pembangunan serta pengoperasian pembangkit.
Menurut dia, perubahan fungsi kawasan hutan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan apabila pembangunan infrastruktur panas bumi dilakukan di kawasan pegunungan.

“Geothermal memang zero emisi, tetapi tidak zero bencana. Dampak terhadap konteks kebencanaan juga perlu diperhitungkan,” ujarnya.***

Berita Terkait

Pemanfaatan Gas Bumi Diperluas, Jargas Gresik-Sidoarjo Terus Dikembangkan
GIIAS Semarang 2026, Pemprov Jateng Dorong Akselerasi Penjualan Kendaraan
Jateng Jadi Rumah Bersama Investasi, Modal Tiongkok Capai Rp4,55 Triliun
Delapan Hari Digelar, Pameran MTQ Nasional di Jateng Hasilkan Transaksi Rp2,4 Miliar
Borobudur Indonesia Expo 2026 Targetkan 40 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp2 Miliar
Luthfi Kejar KBT Tawang-Weleri Hadapi Lonjakan Industri dan Logistik Semarang-Batang
Luthfi Dorong PRPP Bangkit, dari Wajah Kawasan hingga Anjungan Daerah
Investor Dubai: Proses Investasi di Jateng Cepat Berkat Ahmad Luthfi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:08 WIB

Pemanfaatan Gas Bumi Diperluas, Jargas Gresik-Sidoarjo Terus Dikembangkan

Senin, 21 September 2026 - 16:23 WIB

GIIAS Semarang 2026, Pemprov Jateng Dorong Akselerasi Penjualan Kendaraan

Minggu, 20 September 2026 - 08:32 WIB

Jateng Jadi Rumah Bersama Investasi, Modal Tiongkok Capai Rp4,55 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 - 18:52 WIB

Delapan Hari Digelar, Pameran MTQ Nasional di Jateng Hasilkan Transaksi Rp2,4 Miliar

Jumat, 18 September 2026 - 08:07 WIB

Borobudur Indonesia Expo 2026 Targetkan 40 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp2 Miliar

Berita Terbaru