Pemprov Jateng Datangkan Tambahan Alat Berat di Lokasi Longsor Cibeunying Cilacap, Pencarian Terkendala Hujan Deras

- Reporter

Sabtu, 15 November 2025 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP – Memasuki hari ketiga pascalongsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, tim gabungan terus melakukan pencarian korban di lokasi pemukiman warga yang tertimpa timbunan longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah bersama instansi terkait lain, setiap hari mulai pencaraian pukul 07.00 hingga pukul 16.00. Mereka terus berjibaku mencari para korban.

Tim gabungan perlu ekstra hati-hati saat melakukan evakuasi. Pasalnya, di area yang menjadi titik pencarian, situasi dan kondisinya cukup sulit dan berbahaya.

Pada Sabtu, 15 November 2025, menjelang sore cuaca di lokasi sangat mendung. Begitu pencarian dihentikan pada pukul 16.00, turun hujan deras disertai angin cukup kencang. Tim turun dari lokasi pencarian dan kembali ke posko yang berada di area desa.

“Kondisi di lapangan terutama daerah yang terdampak, itu kan tanah longsoran. Tentunya memang harus hati-hati dalam penanganan,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, Sabtu sore, 15 November 2025.

Menurutnya, ada hal yang harus diwaspadai, antara lain perihal cuaca. Jika terjadi cuaca berubah, atau hujan, maka pencarian berpotensi membahayakan. Seperti saat pencarian hari kedua, di tengah aktivitas, hujan turun dengan derasnya sehingga pencarian dihentikan sementara.

Baca Juga :  Wagub Jateng Ajak Masyarakat Awasi Produk Halal, Laporkan Jika Melanggar

“Perubahan cuaca tentu akan ada bahaya. Maka biasanya itu dihentikan dulu. Tanahnya juga jadi lembek. Situasinya di lapangan begitu,” ungkap Bergas.

Dijelaskan, sejumlah alat berat sudah dikerahkan di lokasi pencarian. Awalnya sudah ada dua unit alat berat, kemudian datang lagi dua. Pada Sabtu didatangkan lagi tiga unit alat berat. Tidak menutup kemungkinan akan ditambah lagi guna mempercepat pencarian korban dengan menyesuaikan kebutuhan di lokasi.

Tim gabungan fokus melakukan pencarian korban yang belum ditemukan. Saat ini, kata Bergas, klaster penanganan bencana yang sifatnya darurat sudah tersedia, dan mekanismenya juga sudah berjalan.

Area menuju lokasi longsor juga sudah diamankan untuk umum, mengingat situasinya belum sepenuhnya aman. Selain itu, agar tim gabungan bisa lebih fokus pada evakuasi.

“Korban terdampak juga sudah terperhatikan atau kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi. Kebutuhan logistik pangan juga sudah disediakan. Baik yang sifatnya bantuan sembako maupun yang sifatnya instan atau melalui dapur umum,” imbuhnya.

Baca Juga :  ToyaKU Resmi Diterima Pemprov Jateng, Air Minum Tanpa Sumber Air

Perkembangan berikutnya setelah pascapencarian ini, ujar Bergas, tentunya sudah ada rencana kalau memang sekiranya diusulkan, bisa mengakses hunian sementara (huntara) yang nanti digarap oleh BNPB.

“Terkait huntara, nanti digarap BNPB, tentunya Pemda menyediakan lahannya. Artinya, kebutuhan dasar korban itu diperhatikan,” tutur Bergas.

Adapun saat ini, sebanyak 17 kepala keluarga (KK) yang terdampak, rata-rata mereka tinggal di rumah saudaranya yang tempat tinggalnya tidak berjauhan.

“Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukan, itu kan permukiman. Mereka saling bersaudara. Rata-rata warga mengungsi di kerabatnya,” ujarnya.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng saat ini terus melakukan penanganan dengan prioritas utamanya pencarian korban hilang dan evakuasi warga yang selamat sejak hari pertama longsor terjadi.

Tim gabungan dari BNPB, BPBD provinsi dan kabupaten, TNI, Polri, relawan tanggap bencana, dan seluruh stakeholder, terkait saat ini masih terus berusaha menyisir lokasi.***

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru