Pemprov Jateng Perkuat Layanan Kesehatan 24 Jam bagi Pengungsi Tanah Gerak Brebes

- Reporter

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat layanan kesehatan bagi pengungsi terdampak tanah gerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, dengan menerjunkan mobil spesialis keliling dan membuka posko kesehatan 24 jam. Dari hasil pemeriksaan, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan gejala anemia menjadi temuan utama di lokasi pengungsian.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, mengatakan layanan kesehatan melibatkan tim gabungan dari kabupaten dan provinsi. Mobil spesialis keliling diterjunkan bersama dokter penyakit dalam, dokter spesialis anak, psikolog anak, serta tenaga kesehatan lainnya untuk memastikan kondisi pengungsi tetap terpantau.

“Dalam situasi bencana, kami mengantisipasi munculnya penyakit akibat lingkungan dan trauma. Karena itu, layanan spesialis dan posko 24 jam kami siapkan,” ujarnya.

Mayoritas pengungsi terdiri atas perempuan, lansia, dan balita. Cuaca dingin serta hujan yang terus turun selama beberapa pekan terakhir memicu keluhan batuk dan pilek pada anak-anak.

Dokter spesialis anak dari RSUD Dr Moewardi, dr Irfan Zaki Nugroho, menyebut sebagian besar anak mengalami ISPA ringan. Selain itu, ditemukan pula kasus sakit gigi serta mimisan pada seorang anak yang diduga akibat iritasi karena sering mengusap hidung saat pilek.

Baca Juga :  Kurang 16 Ribu Dokter, Pemprov Jateng Ajak Asosiasi Kedokteran Bersinergi

“Keluhan terbanyak batuk dan pilek. Ada juga beberapa anak sakit gigi sehingga perlu edukasi kebersihan gigi dan mulut. Tadi ada satu anak yang sering mimisan, kemungkinan karena iritasi, namun tidak serius,” jelasnya.

Tim medis juga mendapati sejumlah anak menunjukkan tanda-tanda anemia, yang terlihat dari kelopak mata pucat. Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya peningkatan asupan nutrisi, khususnya protein hewani, serta pemberian suplemen penambah darah.

Untuk mendukung kebutuhan balita, dapur umum menyiapkan bubur bayi, biskuit, dan susu tambahan. Bantuan perlengkapan bayi seperti popok juga tengah diusulkan melalui APBD guna memenuhi kebutuhan dasar selama masa pengungsian.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengimbau warga tidak kembali ke rumah yang terdampak karena berpotensi membahayakan keselamatan. Pemerintah daerah, kata dia, akan menyiapkan hunian sementara hingga rumah tetap bagi warga terdampak.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Ungkap 31 Puskesmas di Jateng Belum Miliki Dokter Gigi

“Di pengungsian pelayanan kesehatan tersedia. Kalau sakit ada dokternya. Kami pastikan kebutuhan warga terpenuhi sembari menunggu penyiapan rumah sementara dan rumah tetap,” ujarnya saat meninjau lokasi pengungsi.

Salah satu pengungsi, Susi Susanti, yang memiliki bayi berusia 10 bulan, mengaku terbantu dengan kehadiran tenaga medis di lokasi. “Anak saya sempat pilek dan langsung diperiksa. Alhamdulillah ada dokter,” katanya.

Posko kesehatan dari puskesmas setempat dijadwalkan berjaga 24 jam. Mobil spesialis dari rumah sakit provinsi, termasuk dari RSUD Dr Moewardi, RSUD Margono Soekarjo, dan RSUD Dr Adhyatma Tugurejo, akan bergantian hadir setiap hari hingga kondisi pengungsi dinyatakan stabil.

Pemerintah berharap langkah preventif tersebut mampu mencegah munculnya penyakit lanjutan selama masa tanggap darurat, sehingga kesehatan warga tetap terjaga di tengah situasi bencana.***

Berita Terkait

Pemprov Jateng Perbaiki Puluhan Ruas Jalan dan Jembatan pada 2026, Ini Daftarnya
Ahmad Luthfi Luncurkan Pendidikan Koperasi di Sekolah, Bekali 6,38 Juta Pelajar Jateng
Bank Mandiri Taspen Serahkan Penindakan Pelaku Penipuan Kepada Aparat Penegak Hukum
Menko Polkam: Presiden Prabowo Tak Lindungi Koruptor, Siapa Pun Akan Ditindak
PMI Jateng Pastikan Ketersediaan Kantong Darah di Jateng Aman
Gubernur Luthfi Instruksikan APBD Perubahan Prioritaskan untuk Genjot Perbaikan Jalan
Cegah Alih Fungsi Lahan, Ahmad Luthfi Kunci 87 Persen Sawah Jateng
2027 Trans Jateng Lintasi Temanggung-Magelang, Mobilitas Warga Makin Mudah

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:49 WIB

Pemprov Jateng Perbaiki Puluhan Ruas Jalan dan Jembatan pada 2026, Ini Daftarnya

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:17 WIB

Ahmad Luthfi Luncurkan Pendidikan Koperasi di Sekolah, Bekali 6,38 Juta Pelajar Jateng

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:40 WIB

Bank Mandiri Taspen Serahkan Penindakan Pelaku Penipuan Kepada Aparat Penegak Hukum

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:12 WIB

PMI Jateng Pastikan Ketersediaan Kantong Darah di Jateng Aman

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:04 WIB

Gubernur Luthfi Instruksikan APBD Perubahan Prioritaskan untuk Genjot Perbaikan Jalan

Berita Terbaru