Pengajian Muslimat NU, Taj Yasin Ingatkan Bahaya Cinta Dunia Berlebihan

- Reporter

Senin, 15 September 2025 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen saat menyampaikan Mauidhoh Hasanah pada Pengajian Lapanan Ahad Wage PAC Muslimat NU Dan Fatayat NU di Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Ahad, 14 September 2025.

Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen saat menyampaikan Mauidhoh Hasanah pada Pengajian Lapanan Ahad Wage PAC Muslimat NU Dan Fatayat NU di Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Ahad, 14 September 2025.

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat untuk meneladani sifat zuhud atau tidak berlebihan dalam mencintai dunia, seperti yang diajarkan Rosulullah Muhammad SAW.

Hal itu dikatakannya saat menyampaikan Mauidhoh Hasanah pada Pengajian Lapanan Ahad Wage PAC Muslimat NU Dan Fatayat NU di Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Ahad, 14 September 2025.

Dikatakan Taj Yasin, meneladani sifat zuhud bukan berarti tidak boleh memiliki harta. Akan tetapi bagaimana menyikapi atau menggunakan harta tersebut untuk tujuan yang dituntun secara agama.

Baca Juga :  Tak Boleh Ada Penolakan, Layanan Kesehatan PBI JK di Jateng Tetap Jalan

Terlebih pada dasarnya memiliki harta adalah cobaan. Seperti dirinya juga sedang mendapatkan cobaan ketika mendapati harta, baik berupa jabatan maupun benda.

Dicontohkan Taj Yasin, dahulu Nabi Muhammad dan para sahabat memiliki cukup harta dan digunakan sebaik-baiknya untuk syiar agama dan kebermanfaatan umat.

Pria asal kelahiran Kabupaten Rembang itu berpesan, untuk umat agar meneladani sifat nabi dalam memiliki harta jangan sampai menghilangkan mahabbah atau kecintaan terhadap Allah SWT.

Baca Juga :  Tinjau Padasari, Wagub Pastikan Huntara dan Fasilitas Ibadah Pengungsi Siap

“Semoga panjenengan (bapak-ibu) semuanya sepulang dari sini diberikan rezeki yang banyak,” katanya.

Akan tetapi, diharapkan rezeki itu tidak menghilangkan keinginan masyarakat untuk mengadakan kegiatan keagamaan seperti selawat rutinan. Selain itu rezeki juga diharapkan bisa digunakan untuk syiar.

“Untuk syiar/dakwah ini juga butuh harta, akan tetapi juga jangan sampai dunia menjadikan hati gelap kepada Allah SWT,” ucap Taj Yasin.***

Berita Terkait

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu
Taj Yasin: Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Disesuaikan dengan Kebutuhan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia

Berita Terbaru