Perkuat Kedaulatan Energi, SP Persada IV Dorong PDSI Pimpin Bisnis Drilling

- Reporter

Selasa, 15 September 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Serikat Pekerja Pertamina Persada IV (SP Persada IV) mendorong agar rencana streamlining bisnis drilling Pertamina diarahkan untuk memperkuat posisi PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) sebagai induk bisnis drilling nasional yang tetap berada dalam penguasaan penuh negara. SP Persada IV memandang PDSI memiliki posisi strategis dalam mendukung kegiatan hulu migas nasional.

Sebagai perusahaan yang dimiliki 100% oleh negara melalui Pertamina, PDSI telah membangun pengalaman dan kompetensi selama puluhan tahun dalam operasi pengeboran, teknologi dan engineering, standar keselamatan, serta pengembangan sumber daya manusia. Kapasitas tersebut dinilai merupakan aset strategis yang perlu dipertahankan dan dikembangkan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.

“PDSI memiliki pengalaman dan kompetensi yang dibangun dalam waktu panjang. Kemampuan tersebut merupakan aset strategis negara yang harus dijaga. Ketika pemerintah melakukan streamlining, orientasinya jangan hanya menyederhanakan struktur perusahaan, tetapi juga memastikan kemampuan strategis yang sudah dimiliki negara semakin kuat,” ujar Ketua SP Persada IV, Solikin.

Karena itu, SP Persada IV berpandangan bahwa streamlining tetap dapat dilakukan sepanjang menghasilkan organisasi yang lebih efektif tanpa mengurangi penguasaan negara terhadap bisnis strategis. Dalam hal ini, SP Persada IV mendorong PDSI menjadi induk dalam konsolidasi bisnis drilling Pertamina.

Baca Juga :  Dukung Suksesnya Perayaan HUT RI ke-80, Tim Elit PLN UPT Salatiga Ganti Peralatan Isolator SUTET Tanpa Padam

Pandangan tersebut menjadi perhatian khusus apabila terdapat opsi yang menempatkan PDSI di bawah PT Elnusa Tbk (Elnusa). Sebagai perusahaan terbuka dengan struktur kepemilikan yang tidak sepenuhnya berada di tangan negara, posisi Elnusa sebagai induk bisnis drilling perlu dikaji secara menyeluruh. Perubahan struktur tersebut berpotensi mempengaruhi ruang kendali negara terhadap aset, investasi, teknologi, dan arah pengembangan kemampuan drilling nasional.

“Yang perlu kita lihat bukan hanya siapa yang menjadi induk secara administratif, tetapi bagaimana struktur tersebut mempengaruhi penguasaan dan kendali negara atas kemampuan drilling nasional. Ketika bisnis strategis bagi hulu migas ditempatkan di bawah perusahaan yang tidak 100% dikuasai negara, tentu ada konsekuensi strategis yang harus dikaji secara serius,” tegas Solikin.

Menurutnya, kemandirian energi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan meningkatkan produksi migas, tetapi juga kemampuan nasional dalam menguasai rantai pendukung produksinya. Oleh karena itu, konsolidasi bisnis drilling perlu diarahkan pada penguatan PDSI sebagai entitas yang sepenuhnya berada dalam penguasaan negara.

Baca Juga :  Kado HUT RI, PLN Salurkan Bantuan Pasang Listrik Gratis 2.821 Keluarga Prasejahtera di Seluruh Indonesia

“Jika konsolidasi memang diperlukan, PDSI dapat diperkuat sebagai induk bisnis drilling. Dengan begitu, efisiensi dan integrasi bisnis tetap dapat dicapai tanpa mengurangi posisi negara dalam mengendalikan kemampuan strategis di bidang pengeboran,” lanjutnya.

SP Persada IV berharap setiap opsi streamlining dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan efisiensi korporasi sekaligus penguasaan negara, kepentingan strategis sektor energi, keberlanjutan kompetensi nasional, dan pengembangan sumber daya manusia.

“Efisiensi tetap penting, tetapi jangan sampai penyederhanaan struktur justru mengurangi kapasitas strategis yang telah dibangun negara selama bertahun-tahun. Kami berharap streamlining menghasilkan PDSI yang lebih kuat, terintegrasi, dan mampu menjadi tulang punggung kemampuan drilling nasional,” pungkas Solikin.

SP Persada IV menilai penataan bisnis Pertamina harus menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional, dengan memastikan aset, teknologi, dan kompetensi strategis di sektor drilling tetap berada dalam kendali negara.***

Berita Terkait

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM
Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju
Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun
Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas
Petani Tak Lagi Waswas Harga Panen Anjlok, Program Petani Gajian Jadi Harapan
Jateng Kantongi Investasi Rp 72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Bidik Ekspansi Perusahaan Vietnam
Harga Sembako Lebih Murah, Warga Minta GPM Jateng Lebih Sering Digelar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas

Berita Terbaru