Wagub Jateng Dorong Penguatan Sekolah Inklusi untuk Pemerataan Pendidikan Disabilitas

- Reporter

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penerapan sekolah inklusi di wilayahnya, supaya terjadi percepatan pemerataan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus atau disabilitas di provinsi ini.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin saat acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jateng Tahun 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2027 di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, pada, Jumat 6 Februari 2026.

Taj Yasin mengatakan, berkomitmen melakukan penanganan penyandang disabilitas secara sistematis dan terintegrasi. Pemprov Jateng kini fokus pada sinkronisasi data dan penguatan regulasi untuk menyentuh akar permasalahan penyandang disabilitas di 35 Kabupaten/Kota.

Ia memaparkan, pemerintah telah mengantongi peta sebaran disabilitas yang detail sebagai basis kebijakan. Berdasarkan data Dinas Sosial Jateng, penyandang disabilitas di Jateng ada sekitar 100 ribuan orang. Merekja tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga :  200 Dosen Nasional Ikuti Pelatihan Pancasila, Dorong Persatuan dan Stabilitas Sosial

Wagub menyatakan bahwa ketersediaan data ini merupakan modal penting bagi Pemprov untuk menata ulang aksesibilitas yang selama ini masih terkendala.

“Kami akui memang masih ada kekurangan dalam akses pendidikan dan kelayakan hidup. Justru karena itu, saat ini kami mulai menata kembali agar penanganannya lebih presisi,” tegas Wagub di hadapan para kepala daerah.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menjelaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, fokus utama pemerintah adalah melakukan kampanye masif mengenai sekolah inklusif dan kesadaran masyarakat. Langkah ini dianggap sebagai fondasi penting sebelum masuk ke tahap pemenuhan hak yang lebih teknis.

“Masyarakat harus paham dulu bahwa saudara-saudara kita ini butuh kelayakan hidup. Kita ingin mereka punya akses pendidikan agar bisa mandiri, bahkan hingga mampu menjadi kepala rumah tangga yang berdaya secara ekonomi,” lanjutnya.

Melalui Musrenbang 2026 ini, Pemprov memastikan bahwa setiap usulan dari komunitas difabel, akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Baca Juga :  Putri Wagub Jateng Raih Medali Perak Kompetisi Coding GREENMECH 2026

Wagub juga menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk mengkaji ulang efektivitas sekolah inklusif agar tidak ada lagi anak disabilitas usia sekolah yang tertinggal.

Sebagai informasi, dalam acara itu perwakilan dari Roemah Difabel Jawa Tengah, Didik Sugiyanto, menyampaikan aspirasinya kepada Pemprov Jateng.

Didik mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Tengah yang mendeklarasikan diri sebagai Bapak Disabilitas.

Walakin, Didik menyoroti pentingnya penyelesaian Rencana Aksi Daerah (RAD) Disabilitas sebagai mandat dari Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Perda Jateng No. 2 Tahun 2023 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

“Kami merasakan masih ada penyandang disabilitas usia sekolah yang tidak sekolah, dan usia produktif yang tidak bekerja. Kami mohon dukungan agar RAD segera diselesaikan sehingga solusi permasalahan bisa berjalan sistematis,” ujar Didik.*

Berita Terkait

Ahmad Luthfi Cek Posko SPMB dan Sekolah: Seleksi Lancar, Pelayanan Raih Bintang Lima
Taj Yasin: Akhlak dan Keimanan Jadi Benteng Anak Hadapi Tantangan Zaman
Heri Pudyatmoko Usul Kurikulum Sekolah Lebih Menekankan Praktik Lapangan dan Problem Solving
Taj Yasin Serahkan Bisyarah Hafiz Qur’an, Hadirkan Kebahagiaan Santri di Kudus
Tanamkan Ekonomi Kerakyatan Sejak Dini, Waka DPRD Jateng Dukung Penerapan Kurikulum Koperasi
Nawal Yasin: Literasi Kunci Cetak Generasi Tangguh di Era Digital
Hadapi Disrupsi Teknologi, Nawal Yasin Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak
SPMB Jateng 2026 Harus Transparan, Gus Yasin Tolak Segala Titipan

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:47 WIB

Ahmad Luthfi Cek Posko SPMB dan Sekolah: Seleksi Lancar, Pelayanan Raih Bintang Lima

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:00 WIB

Taj Yasin: Akhlak dan Keimanan Jadi Benteng Anak Hadapi Tantangan Zaman

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:01 WIB

Heri Pudyatmoko Usul Kurikulum Sekolah Lebih Menekankan Praktik Lapangan dan Problem Solving

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:42 WIB

Taj Yasin Serahkan Bisyarah Hafiz Qur’an, Hadirkan Kebahagiaan Santri di Kudus

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:08 WIB

Tanamkan Ekonomi Kerakyatan Sejak Dini, Waka DPRD Jateng Dukung Penerapan Kurikulum Koperasi

Berita Terbaru