17,9 Juta Pemudik Diperkirakan Akan Masuk Jateng

- Reporter

Senin, 17 Maret 2025 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap menyambut Hari Raya Idul Fitri sekaligus menghadapi arus mudik dan balik 2025. Hal itu ditegaskan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, seusai menggelar Rapat koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral, di Grhadika Bhakti Praja, Senin (17/3/2025).

“Hari ini rapat koordinasi lintas sektoral, yang kita libatkan Forkopimda provinsi dan kabupaten/kota. Kita juga tambah dari Jakarta, dari PT KAI, Pelni, dan semua yang berkontribusi pada arus mudik dan balik tahun ini,” ujar Luthfi.

Gubernur menjelaskan, rakor dilakukan untuk menyatukan persepsi sekaligus menggali potensi wilayah, agar peringatan Idulfitri, termasuk arus mudik dan balik, bisa lancar dan aman. Sehingga, Pemprov Jawa Tengah menggandeng semua pihak yang terkait.

Baca Juga :  Gus Yasin Dukung Peran Dakwah Muhammadiyah dalam Merawat Kerukunan Masyarakat

“Tentu Pemprov Jawa Tengah tidak bisa berdiri sendiri, bagaimana nanti sarana prasarana terjamin dan aman,” lanjutnya.

Dari data yang diterima, Luthfi menyampaikan, ada sebanyak 17,9 juta orang mudik ke Jawa Tengah, dan sekitar 1,8 juta kendaraan masuk ke Jawa Tengah.

“Prediksi kita ada 17,9 juta orang akan mudik ke sini, kendaraannya 1,8 juta (unit),” paparnya.

Disinggung soal kesiapan infrastruktur jalan, Luthfi menuturkan, kondisi jalan provinsi sudah 99 persen baik, jalan nasional 100 persen, dan jalan kabupaten 79,5 persen. Dia optimistis seminggu ke depan persoalan jalan bisa tuntas.

Baca Juga :  Wagub Jateng: Posbakum Bisa Jadi Mitra Pendampingan Hukum di Desa

“Saya yakin seminggu lagi clear. Jadi, Jateng siap dong,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memastikan, pemprov bekerja sama dengan kepolisan dan TNI, selalu berupaya memberikan rasa aman selama Ramadan dan Lebaran 2025.

“Di Jateng tidak ada premanisme ormas yang melakukan tindakan (anarkis). Jadi, siapapun di wilayah Jateng, tidak boleh melakukan tindakan, mau nutup, mau nyegel, menertibkan apalagi sampai minta minta. Silahkan lapor ke Polda, Pangdam atau ke Gubernur. Kalau perlu kita turun tangan, tidak boleh ada premanisme,” terangnya.

Berita Terkait

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng
Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan
Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah
Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif
Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen
Gubernur Luthfi Ajak DPRD dan Pemda Satu Langkah Percepat Pembangunan
Banjir Meluas di Solo Raya, BPBD Jateng Intensifkan Evakuasi dan Logistik
Ahmad Luthfi Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Lewat Program Healing

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:24 WIB

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng

Sabtu, 18 April 2026 - 06:47 WIB

Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan

Sabtu, 18 April 2026 - 06:39 WIB

Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah

Kamis, 16 April 2026 - 16:35 WIB

Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif

Kamis, 16 April 2026 - 16:28 WIB

Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen

Berita Terbaru