39 Sekolah di Kudus Terima Penghargaan Adiwiyata

- Reporter

Selasa, 15 Juli 2025 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUDUS – Sebanyak 39 sekolah di Kabupaten Kudus menerima Penghargaan Sekolah/Madrasah Adiwiyata tingkat kabupaten, provinsi, nasional, dan mandiri 2025. Penghargaan diserahkan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (15/7/2025).

Bupati menyampaikan, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap sekolah, yang konsisten membangun budaya cinta lingkungan di dunia pendidikan.

“Selamat kepada seluruh sekolah penerima penghargaan. Semangat terus untuk mengelola lingkungan sekolah dengan baik. Budaya pilah sampah perlu ditanamkan sejak dini, sebagai bagian dari karakter hidup sehat,” ujar bupati.

Untuk itu, bupati mendorong para kepala sekolah dan guru, agar terus menanamkan kebiasaan memilah sampah kepada peserta didik.

Baca Juga :  Gus Yasin Ingatkan: Kecepatan Anak Zaman Now Harus Dibarengi Bimbingan Guru

“Bapak/Ibu kepala sekolah, bagaimana anak-anak bisa memilah sampah dengan baik kalau tidak dibiasakan. Pilah sampahnya, sediakan tempat khusus untuk sampah organik dan anorganik. Nantinya anak-anak akan terbiasa,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, bupati menyampaikan apresiasi kepada Djarum Foundation serta seluruh stakeholder, yang telah berkontribusi dalam mendorong perilaku dan budaya cinta lingkungan. Menurutnya, capaian yang saat ini ada, tidak mungkin dapat diraih tanpa kolaborasi seluruh pihak.

“Terima kasih, kolaborasi dan kerja samanya, tanpa dukungan Bapak/Ibu sekalian, apa yang kita capai saat ini tidak mungkin terwujud”, pungkasnya.

Baca Juga :  Jateng Alokasikan Rp67,13 Miliar untuk Program Makan Sehat Bergizi Gratis

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus Abdul Halil menyatakan, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas upaya sekolah, dalam membudayakan perilaku ramah lingkungan.

“Ini merupakan penghargaan bagi sekolah/madrasah, yang telah berhasil menerapkan kebiasaan dan budaya lingkungan hidup di sekolah,” terangnya.

Halil menambahkan, program ini mendorong keterlibatan lintas sektor, dalam menciptakan pendidikan yang ramah lingkungan.

“Program ini juga mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan, dalam mewujudkan pendidikan yang ra

Berita Terkait

SPMB Jateng 2026 Harus Transparan, Gus Yasin Tolak Segala Titipan
Guru PAUD Jateng Dibekali Coding dan Robotik, Dorong Literasi Digital Sejak Dini
Disdik Jateng Segera Data Anak Putus Sekolah dan Blank Spot Pendidikan di Lereng Sumbing-Merapi
PNM Perkuat Akses Literasi, Buku Baru Disambut Hangat Siswa Pedalaman
Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren, Jateng Siapkan Langkah Kolaboratif
Wagub Taj Yasin Dukung Forum Santri Anak Jateng Cegah Kekerasan di Pesantren
Ratusan Mahasiswa Ikuti Lomba Artikel Ilmiah Populer Pemprov Jateng, 15 Tim Melaju ke Final
Mulai 2026/2027, Siswa SD hingga SMA di Jateng Belajar Perkoperasian

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:38 WIB

SPMB Jateng 2026 Harus Transparan, Gus Yasin Tolak Segala Titipan

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:22 WIB

Guru PAUD Jateng Dibekali Coding dan Robotik, Dorong Literasi Digital Sejak Dini

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:12 WIB

Disdik Jateng Segera Data Anak Putus Sekolah dan Blank Spot Pendidikan di Lereng Sumbing-Merapi

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:11 WIB

PNM Perkuat Akses Literasi, Buku Baru Disambut Hangat Siswa Pedalaman

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:09 WIB

Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren, Jateng Siapkan Langkah Kolaboratif

Berita Terbaru