Tani Merdeka Lahir dari Jawa Tengah, Kini Menggema ke Seluruh Nusantara

- Reporter

Minggu, 30 November 2025 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Perhelatan Gebyar Tani Merdeka Indonesia 2025 untuk pertama kalinya berlangsung secara nasional. Jawa Tengah menjadi provinsi pelopor se Indonesia dalam pergerakan organisasi Tani Merdeka.

Rangkaian acara tersebut dimulai dengan jamuan makan malam di Gradhika Bhakti Praja, Sabtu malam, 29 November 2025. Hadir pengurus Tani Merdeka dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah serta jajaran pusat.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono yang juga ketua umum organisasi tersebut mengatakan, Tani Merdeka merupakan gerakan akar rumput yang mampu menjangkau hingga tingkat desa.

Organisasi ini lahir dan tumbuh kuat di Jawa Tengah sehingga daerah ini menjadi pusat konsolidasi gerakan.

“Tani Merdeka ini organisasi baru yang lahir, tumbuh, dan besar di Jawa Tengah,” ujar Wamentan.

Baca Juga :  Respons Cepat Soal PKB, Kepemimpinan Ahmad Luthfi Dinilai Aspiratif dan Adaptif

Ia menegaskan, kekuatan organisasi bukan pada struktur, melainkan pada militansi anggotanya.

“Tidak heran kalau mereka ini basisnya kelompok tani betulan. Di luarnya keras, tapi dalamnya lembut dan peduli,” tambahnya.

Menurut Wamentan, Tani Merdeka kini memiliki lebih dari 7.500 koordinator desa di seluruh Jawa Tengah.

“Hampir semua desa yang ada pertaniannya itu ada kordes Tani Merdeka. Artinya, kalau kebijakan ini baik untuk petani, siapa lagi yang membela kalau bukan kita yang merasakan manfaatnya?” tegasnya.

Gubernur Ahmad Luthfi, dalam sambutannya mengatakan, Jawa Tengah menjadi pusat energi gerakan petani karena kekuatan SDM dan lahan pertaniannya.

“Jawa Tengah ini provinsi muda, masih berenergi, dan menjadi daya tarik. Dari 3 juta hektare wilayah, satu juta hektare adalah lahan pertanian. Ini peran besar bagi kedaulatan pangan nasional,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin Ungkap Kunci Indeks Kerukunan Jateng Tertinggi Nasional

Ia juga mengakui Tani Merdeka memang tumbuh kuat di daerahnya.

“Ternyata banyak komandan Tani dari Jawa Tengah. Di setiap kegiatan selalu bertemu. Jawa Tengah memang kuat,” ujarnya.

Gebyar Tani Merdeka 2025 juga menjadi ajang penyamaan visi untuk mendukung agenda ketahanan pangan nasional, termasuk peningkatan produktivitas, percepatan distribusi pupuk, hingga adopsi teknologi pertanian modern.

Puncak acara dijadwalkan pada Minggu, 30 November 2025, yakni pelantikan pengurus DPW Tani Merdeka Provinsi Jawa Tengah sebagai simbol penguatan gerakan tingkat wilayah.*

Berita Terkait

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat
Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak
Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu
Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan
Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah
Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong
Kerja Sama Jateng-Fujian Makin Erat, Investasi hingga Youth Exchange Jadi Prioritas
BKD Jateng Bantah Informasi PPPK Paruh Waktu Ditempatkan di Ormas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:02 WIB

Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:16 WIB

Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah

Berita Terbaru