Perlindungan Pesisir: Otorita Pantura Terima Usulan Hybrid Sea Wall Jateng

- Reporter

Selasa, 9 Desember 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengatakan, usulan pembuatan tanggul laut skema hybrid sea wall untuk pesisir Kabupaten Demak, diterima oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Konsep hybrid sea wall gagasan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu, menggunakan pendekatan perpaduan solusi berbasis alam. Memadukan beton ringan dan rehabilitasi hutan mangrove untuk membuat garis pantai baru dari hasil tangkapan sedimentasi.

“Untuk hybrid sea wall nanti dari Kabupaten Demak sampai ke Jepara. Dan ada spot-spot lain seperti di Kabupaten Pemalang,” kata Taj Yasin saat rapat bersama Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Selasa, 9 Desember 2025.

Untuk kesiapan teknis, Pemprov Jateng melibatkan pemerintah kabupaten/kota. Di mana Badan Otorita Pantura Jawa juga membentuk tim-tim di lapangan berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

Wakil Ketua II Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, Suhajar Diantoro, mengatakan, pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan tanggul laut (giant sea wall) Pantura Jawa, di Teluk Jakarta dan Teluk Semarang. Teluk Semarang meliputi perairan di Kabupaten Kendal, Kota Semarang, dan Kabupaten Demak sebagian.

Baca Juga :  Dukung Penanganan Bencana, Jateng Salurkan Delapan Starlink ke Aceh

“Itu prioritas pertama. Dan kalau kita cermati ternyata di beberapa tempat lain termasuk misalnya sebagian (Kabupaten) Batang, Tegal, dan Pekalongan itu juga sudah luar biasa (dampak rob)” katanya.

Dia mengatakan, pembangunan tanggul laut secara keseluruhan di Pantura Jawa membutuhkan waktu 20-30 tahun. Untuk percepatan prioritas pembangunan di Teluk Jakarta dan Semarang diperkirakan butuh waktu 8 tahun.

Pemerintah pusat, kata dia, ingin keberagaman metode dalam pembangunan giant sea wall. Ada yang dibangun menggunakan full beton (giant sea wall), ada wilayah yang dibangun tanggul laut dengan penguatan ekosistem hutan mangrove (hybrid sea walll).

“Yang mangrovenya masih kuat, maka akan dilakukan penguatan terhadap mangrovenya. Pada bagian-bagian tertentu, mungkin cukup (penguatan) tanggul pantai,” ucapnya.

Saat ini, kata Suhajar, Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa
bersama Pusat Hidrosal sedang melakukan survei batimetri dan soil investigasi di Teluk Semarang dan Jakarta. Survei di Teluk Semarang sudah mencapai 70% lebih.
Setelah data batimetri dari Pusat Hidrosal didapat, kemudian pekerjaan konsultan direncanakan dimulai pada Januari 2026. Diperkirakan pekerjaan konsultan akan berjalan lebih kurang 6 bulan untuk merancang desain dan berbagai hal termasuk dampak-dampak sosial.

Baca Juga :  Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Tingkat Pusat Dibuka Hingga 6 Desember 2024

Diperkirakannya, dokumen akan lengkap bulan Juli 2026. Kemudian akan dilakukan rapat dengan presiden dan menteri. Bilamana disetujui, diharapkan ground breaking pembangunan tanggul laut dilakukan pada September 2026.

Wakil Ketua I Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, Darwin Trisna Djajawinata, menambahkan, telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Di mana program inisiatif dan inovatif seperti hybrid sea wall dan tanggul pantai bisa tetap dijalankan. Sementara Badan Otorita mempersiapkan ultimate design seperti integrasi giant sea wall sepanjang Pantura Jawa.

“Alhamdulillah di Provinsi Jateng ini ada kerjasama dengan Undip yang sudah memberikan inovasi seperti ini (hybrid sea wall). Nanti juga kita upayakan kalau memang ini akan diperluas pengembangannya,” katanya.

Lebih lanjut, Badan Otorita juga akam mencarikan sumber pendanaan yang bersifat kolaboratif dalam pembangunan tanggul laut. Baik itu skema investasi, Kerjasama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Anggaran Pendapatan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD).*

Berita Terkait

59 Ribu Warga Jateng Keluar dari Kemiskinan, Menko Muhaimin Apresiasi Strategi Ahmad Luthfi
Dari Jateng untuk NTT, Bantuan Tahap Dua Kembali Diberangkatkan
Bantuan Mengalir dari Jateng, Korban Gempa NTT Dapat Dukungan
Dari TPA hingga Energi, Strategi Pengelolaan Sampah Jateng Diapresiasi
Pamor Wicaksono Terima Tokoh Inspiratif Jateng, Aspirasi Rakyat Jadi Amanah
13 Tokoh dengan Kiprah Beragam Raih Apresiasi Tokoh Inspiratif Jateng 2026
Menko Polkam: Pastikan Aspirasi Masyarakat Sampai ke DPR Tanpa Gangguan Pihak yang Tidak Bertanggung Jawab
Jateng Ajukan Tujuh Tokoh Calon Pahlawan Nasional, Ini Daftarnya

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 08:40 WIB

59 Ribu Warga Jateng Keluar dari Kemiskinan, Menko Muhaimin Apresiasi Strategi Ahmad Luthfi

Selasa, 1 September 2026 - 16:33 WIB

Dari Jateng untuk NTT, Bantuan Tahap Dua Kembali Diberangkatkan

Selasa, 1 September 2026 - 12:18 WIB

Bantuan Mengalir dari Jateng, Korban Gempa NTT Dapat Dukungan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Dari TPA hingga Energi, Strategi Pengelolaan Sampah Jateng Diapresiasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pamor Wicaksono Terima Tokoh Inspiratif Jateng, Aspirasi Rakyat Jadi Amanah

Berita Terbaru