Heri Pudyatmoko Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Lebih Terintegrasi

- Reporter

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonajateng.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menilai bahwa upaya perlindungan selama ini belum sepenuhnya terintegrasi secara sistematis, sehingga rentan terputus antara satu program dan lainnya di tataran implementasi.

Menurut Heri, berbagai kebijakan dan program layanan sudah berjalan. Seperti layanan kesehatan ibu dan anak, penanganan kekerasan berbasis gender, hingga pendidikan inklusif. Namun, tidak jarang program-program tersebut berdiri sendiri tanpa hubungan yang kuat antara satu intervensi dengan intervensi lain.

Akibatnya, kata Heri, masyarakat rentan, khususnya perempuan dan anak, seringkali belum merasakan perlindungan yang holistik.

“Perlindungan perempuan dan anak bukan hanya soal respons terhadap kasus, tapi juga tentang sistem yang memastikan keamanan, kesejahteraan, pendidikan, dan kesempatan yang setara dari hulu sampai hilir,” ungkap Heri.

Sementara itu, data terbaru di Jawa Tengah menunjukkan tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tetap perlu menjadi perhatian.

Sumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah mencatat adanya laporan kasus kekerasan berbasis gender dan kekerasan dalam rumah tangga pada tahun 2025 yang tersebar di banyak kabupaten/kota, meskipun belum menunjukkan angka eksplosif, tetapi konsisten hadir setiap bulannya.

Baca Juga :  Sosialisasi Program MBG di Purworejo, Nafa Urbach Pastikan Menu Anak Tetap Variatif

“Masih adanya laporan terkait kasus-kasus yang memarginalkan perempuan dan anak, menandakan bahwa upaya pencegahan dan pelindungan belum optimal,” tegasnya.

Selain itu, data pendidikan juga memperlihatkan kesenjangan akses antara kelompok perempuan di daerah pinggiran dan pusat kota, khususnya dalam jenjang pendidikan menengah dan vokasional.

Kondisi ini menjadi perhatian karena pendidikan anak perempuan secara langsung memengaruhi pilihan hidup dan kesempatan ekonomi di masa depan.

Heri menilai bahwa pemutakhiran data kualitas hidup perempuan dan anak perlu menjadi dasar perumusan kebijakan daerah.

Menurutnya, indikator kesejahteraan tidak hanya soal angka partisipasi sekolah atau angka kasus, tetapi juga soal bagaimana perempuan dan anak merasakan manfaat layanan secara nyata. Mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan hukum, hingga peluang ekonomi

Baca Juga :  Central Java Prayer Breakfast Perkuat Kerukunan dan Kolaborasi di Jawa Tengah

Dalam hal ini, Heri mendorong pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota untuk mengembangkan kerangka perlindungan terpadu yang tidak hanya reaktif terhadap kasus, tetapi juga preventif dan promotif.

Ia mengatakan, kerangka ini seharusnya melibatkan lintas sektor. Mulai dari dinas pendidikan, kesehatan, kependudukan, sosial, serta penegak hukum, agar arah kebijakan dan layanan lebih sinkron dan tidak berhenti di tataran program individual.

Menurutnya, intervensi yang terintegrasi akan memudahkan pemerintah daerah melakukan pemetaan risiko, memprioritaskan alokasi anggaran, serta melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap dampak program.

“Perlindungan itu harus punya nadi. Bukan layanan yang berdiri sendiri-sendiri tetapi layanan yang saling terhubung, sehingga perempuan dan anak merasakan kesejahteraan secara menyeluruh,” katanya.

Dengan pendekatan yang lebih integratif dan responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat, Heri berharap Jawa Tengah dapat menjadi provinsi yang tidak hanya memberi layanan. Melainkan juga membangun perlindungan yang dirasakan semua lapisan masyarakat, khususnya perempuan dan anak.***

Berita Terkait

Central Java Prayer Breakfast Perkuat Kerukunan dan Kolaborasi di Jawa Tengah
Tanggal 15 Juni – 31 Agustus, Warga Jateng Disensus, Wagub Taj Yasin jadi Role Model
Habib Luthfi dan Taj Yasin Hadiri Silaturahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja
Gubernur Jateng Perketat Tata Kelola Tambang, KPK Dampingi Pembenahan dari Hulu ke Hilir
BBM Non Subsidi Naik, Ahmad Luthfi Antisipasi Cegah Harga Pangan Ikut Melambung
Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Pemprov Jateng Betonisasi Ruas Strategis Jepara-Keling
Penipuan: Ini Dia “Malinda Dee” Penipu Versi Lokal Purwokerto
Ahmad Luthfi Ajak Ulama Jadi Penyejuk Bangsa di Tengah Banjir Hoaks dan Disinformasi

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 18:15 WIB

Central Java Prayer Breakfast Perkuat Kerukunan dan Kolaborasi di Jawa Tengah

Senin, 15 Juni 2026 - 18:00 WIB

Tanggal 15 Juni – 31 Agustus, Warga Jateng Disensus, Wagub Taj Yasin jadi Role Model

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:13 WIB

Habib Luthfi dan Taj Yasin Hadiri Silaturahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:55 WIB

Gubernur Jateng Perketat Tata Kelola Tambang, KPK Dampingi Pembenahan dari Hulu ke Hilir

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:39 WIB

BBM Non Subsidi Naik, Ahmad Luthfi Antisipasi Cegah Harga Pangan Ikut Melambung

Berita Terbaru