Ekonomi Jateng Tumbuh dari Pariwisata, Hotel dan Restoran Ambil Peran Besar

- Reporter

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum, khususnya hotel dan restoran, terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus pengembangan pariwisata. Selain menyumbang pendapatan daerah, sektor ini juga menciptakan efek berganda bagi perdagangan, transportasi, UMKM, serta penyerapan tenaga kerja.

Di Jawa Tengah, kontribusi sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menunjukkan tren peningkatan. Pada 2023, kontribusinya tercatat sebesar 3,41 persen dan meningkat menjadi 3,74 persen pada 2025.

Melihat potensi tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya peran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dalam mendukung pengembangan pariwisata Jawa Tengah yang akan menjadi fokus pembangunan daerah pada 2027 mendatang.

“Ini merupakan tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi rekan-rekan sekalian, bagaimana investasi di sektor hotel dan restoran dapat tumbuh menjadi sektor unggulan yang berjalan seiring dengan pembangunan pariwisata,” ujar Ahmad Luthfi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) I PHRI di Hotel PO Semarang, Selasa, 10 Februari 2026.

Baca Juga :  Kopi Jateng Punya Kualitas, Heri Pudyatmoko Usul Jalur Wisata Terintegrasi dari Kebun hingga Kedai

Ahmad Luthfi mengatakan BBM, Jawa Tengah memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Saat ini terdapat lebih dari 1.000 desa wisata yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan destinasi baru berbasis wisata ramah muslim yang membutuhkan jaminan kehalalan produk makanan dan minuman.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tengah mengembangkan konsep aglomerasi wisata yang menghubungkan sejumlah destinasi unggulan, seperti Borobudur, Kopeng, dan Rawa Pening. Konsep kolaboratif tersebut diyakini mampu meningkatkan pergerakan wisatawan antarwilayah sekaligus mendorong tingkat hunian hotel.

Sebagai contoh, Ahmad Luthfi menyinggung keberhasilan tujuh kabupaten/kota di wilayah Soloraya melalui program Soloraya Great Sale 2025. Dalam kurun waktu satu bulan, program tersebut mencatatkan transaksi lintas sektor mencapai Rp 10,7 triliun serta mendorong okupansi hotel dan penginapan hingga penuh.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Kembangkan Wisata Ramah Muslim, Perkuat Industri Halal Daerah

“Model kolaborasi seperti ini yang kami dorong dan dapat menjadi referensi dalam menyukseskan pembangunan ekonomi nasional berbasis pariwisata,” katanya.

Rakornas I PHRI tersebut turut dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Wardhana, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta sejumlah tokoh nasional lainnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Wardhana menyampaikan, sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum menunjukkan kinerja yang sangat positif. Pada 2025, sektor ini mencatat laju pertumbuhan sebesar 7,41 persen dan berkontribusi 0,24 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami optimistis kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional akan terus meningkat. Apresiasi kami sampaikan kepada para pelaku usaha hotel dan restoran yang secara konsisten mendukung pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Widiyanti.***

Berita Terkait

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM
Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju
Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun
Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas
Petani Tak Lagi Waswas Harga Panen Anjlok, Program Petani Gajian Jadi Harapan
Jateng Kantongi Investasi Rp 72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Bidik Ekspansi Perusahaan Vietnam
Harga Sembako Lebih Murah, Warga Minta GPM Jateng Lebih Sering Digelar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas

Berita Terbaru