MBG di Jawa Tengah: Gizi Terpenuhi, Ekonomi Desa Menguat

- Reporter

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya sekadar urusan piring dan lauk di meja makan. Tak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak. Di Jawa Tengah, program ini menjelma menjadi mesin penggerak ekonomi desa, melibatkan ratusan BUMDes dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pemasok bahan pangan lokal.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi MBG di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (3/3/2026). Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 119 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah menjalin kemitraan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“Program MBG ini bukan sekadar soal makan bergizi. Di dalamnya ada investasi strategis membangun sumber daya manusia sekaligus efek berganda terhadap perekonomian daerah, termasuk penguatan wirausaha di 35 kabupaten/kota,” ujar Luthfi.

Dari total tersebut, 53 SPPG bekerja sama dengan BUMDes dan 64 SPPG bermitra dengan KDKMP. Komoditas yang disuplai meliputi ayam, telur, sayuran, bumbu, hingga bahan pangan lain yang dipasok langsung dari desa-desa setempat.

Baca Juga :  KA Lokal Daop 4 Layani 567.308 Penumpang Semester I 2025

Data paparan rakor menunjukkan, progres pembentukan Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah juga signifikan. Dari 8.523 desa/kelurahan, sebanyak 6.217 KDKMP atau 73 persen telah operasional, dengan total modal mencapai Rp 34,6 miliar dan anggota sebanyak 200.007 orang. Jawa Tengah juga menyumbang 598 gedung KDKMP atau sekitar 35 persen dari total nasional.

Luthfi menegaskan integrasi MBG dengan koperasi desa harus terus diperkuat agar dampak ekonominya semakin luas.

“Saya minta para bupati dan wali kota melakukan konektivitas antara MBG dengan koperasi di daerah masing-masing. Ini harus linear dan saling menguatkan,” tegasnya.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Tengah menargetkan produksi padi 2026 sebesar 10,55 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 12,22 persen dibanding realisasi 2025. Target tersebut diproyeksikan menopang keberlanjutan MBG sekaligus menjaga stabilitas dan perputaran ekonomi desa.

Baca Juga :  Jateng Bidik Pendapatan 2027 Lebih Realistis, Tinggalkan Pola Lama

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan, MBG dirancang sebagai penggerak ekonomi rakyat. Ia meminta agar SPPG memprioritaskan pemasok lokal ketimbang mengambil bahan baku dari grosir besar di luar daerah.

“Jalannya ekonomi UMKM di desa itu lewat SPPG. Jangan lagi cari grosir jauh-jauh. Libatkan koperasi desa, BUMDes, petani, peternak, dan nelayan sebagai produsen pangan lokal,” ujar Zulkifli Hasan.

Menurutnya, koperasi desa harus berfungsi sebagai agregator sekaligus penyangga harga. Ketika harga gabah, jagung, ikan, atau komoditas lain turun di bawah harga acuan, koperasi dapat menyerap hasil produksi dan menyalurkannya melalui skema MBG.

Dengan skema tersebut, MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan rantai pasok pangan berbasis desa yang berkelanjutan dan memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat paling bawah.*

Berita Terkait

Ahmad Luthfi Andalkan Kepastian Hukum untuk Dongkrak Investasi Jawa Tengah
17.500 Pedagang Bakso Jateng Didorong Naik Kelas, Sertifikasi Halal Dipercepat
BPD Harus Bertransformasi, Luthfi Tekankan Peran Strategis Lewat KUR Mikro
Ahmad Luthfi Dorong Kadin Perkuat Peran Tangani Kemiskinan Ekstrem Jateng
Jateng Siapkan Mega Farm Sapi Perah Terbesar, Dorong Swasembada Susu Nasional
Gubernur Luthfi Sinkronkan HGB KITB untuk Pastikan Kepastian Hukum dan Kelancaran Investasi
Menteri Ferry Juliantono Apresiasi Langkah Cepat Jateng Kembangkan Koperasi
Jateng Jadi Model Nasional Penguatan Kemitraan MBG dan Ekonomi Pangan Lokal

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:49 WIB

Ahmad Luthfi Andalkan Kepastian Hukum untuk Dongkrak Investasi Jawa Tengah

Jumat, 17 April 2026 - 14:08 WIB

BPD Harus Bertransformasi, Luthfi Tekankan Peran Strategis Lewat KUR Mikro

Jumat, 17 April 2026 - 11:00 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Kadin Perkuat Peran Tangani Kemiskinan Ekstrem Jateng

Kamis, 16 April 2026 - 20:03 WIB

Jateng Siapkan Mega Farm Sapi Perah Terbesar, Dorong Swasembada Susu Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 12:21 WIB

Gubernur Luthfi Sinkronkan HGB KITB untuk Pastikan Kepastian Hukum dan Kelancaran Investasi

Berita Terbaru